Komisi D DPRD Kutim Harapkan Dispora Dorong Pengembangan Wirausaha Muda
![]()

SANGATTA – Pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim. Komisi D DPRD Kutim secara aktif mendorong peran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk melangkah lebih jauh dari sekadar pembinaan olahraga.
Dinilai memiliki peran strategis, Dispora kini didorong menjadi institusi sentral dalam mendorong pembinaan wirausaha di Kutim. Sebab, munculnya wirausaha yang maju dapat menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah. Wirausaha dapat mengatasi tantangan pengangguran dan meningkatkan ketahanan ekonomi daerah.
Sekretaris Komisi D DPRD, Shabaruddin, menegaskan bahwa nilai strategis Dispora terletak pada cakupan bidang kerjanya yang ganda. Fungsi dinas ini tidak hanya terhenti pada sektor keolahragaan, melainkan juga pada pengembangan generasi muda.
“Dinas Pemuda dan Olahraga, menurut saya khususnya bagi kami komisi D, Dispora ini sangat strategis bukan saja bidang olahraganya tapi juga bidang kepemudaannya,” kata Shabaruddin.
Pengembangan program berkelanjutan
Untuk merealisasikan potensi strategis ini, Komisi D telah menyusun beberapa arahan kerja yang bertujuan menciptakan program berkelanjutan dan komprehensif bagi para pemuda. Program tersebut diarahkan untuk memadukan tiga pilar utama yang saling menguatkan.
Komisi D mendorong Dispora agar rencana kerja ke depan tidak hanya fokus pada pengembangan talenta atletik semata, tetapi juga mencakup aspek-aspek lain yang memberdayakan pemuda secara keseluruhan.
Shabaruddin mengungkapkan, “Kami di antaranya diusulkan bagaimana dinas pemuda dan olahraga punya rancana kerja kedepannya selain diasah kemampuan talenta di bidang olahraga dan juga dalam hal pendidikan mereka.”
Peningkatan keterampilan kewirausahaan
Titik fokus yang paling ditekankan adalah pengembangan dan peningkatan keterampilan kewirausahaan. Pembekalan wirausaha ini diyakini sebagai instrumen vital dalam menciptakan lapangan kerja baru dan efektif mengurangi angka pengangguran di kalangan generasi muda. Shabaruddin menambahkan secara ringkas.
Dengan mengedepankan pembekalan keterampilan soft selling dan manajerial, program Dispora diharapkan mampu mencetak wirausaha muda yang kompetitif dan memiliki daya saing tinggi. Dukungan penuh dari Komisi D ini adalah upaya nyata untuk memastikan program Dispora dapat merancang inisiatif yang lebih terpadu, yang pada akhirnya akan berdampak signifikan bagi pemberdayaan pemuda dan penguatan fondasi ekonomi Kutai Timur di masa depan. (ADV)



Tinggalkan Balasan