Perjuangan Kutai Timur Atasi Stunting: Sinkronisasi Data Antarinstansi Menjadi Kunci
![]()
INSPIRASIMEDIA.COM, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur bersiap melakukan terobosan strategis dalam menangani persoalan stunting melalui sinkronisasi data antarinstansi yang selama ini menjadi hambatan serius dalam upaya penanggulangan masalah gizi buruk pada anak.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur melalui Ketua Komisi A, Hepnie Armansyah, mendukung penuh langkah Penjabat (Pjs) Bupati Agus Hari Kusuma untuk menyelesaikan inkonsistensi data antarinstansi pemerintah. Perbedaan data antara Dinas Kesehatan dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dinilai dapat menghambat upaya penanggulangan stunting secara efektif.
Legislatif berkomitmen melakukan serangkaian langkah konkret. Pertama, memfasilitasi rapat koordinasi antarinstansi untuk memastikan keseragaman data dan metode perhitungan. Kedua, mendorong penyamaan persepsi antara instansi terkait. Ketiga, mengawal proses sinkronisasi dengan merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dianggap lebih akurat.
Ia menekankan pentingnya pendekatan komprehensif dalam menangani stunting. Menurutnya, persoalan ini tidak sekadar bicara angka, melainkan membutuhkan perhatian menyeluruh terhadap faktor kesehatan, gizi, dan teknologi.
“Persepsi yang berbeda mengenai stunting harus segera diselesaikan. Setiap instansi terkait perlu memiliki pemahaman dan definisi yang sama,” tegasnya. Pendekatan ini diharapkan dapat menghasilkan data yang lebih akurat dan tepat sasaran dalam upaya menurunkan angka stunting.
Hepnie Armansyah menambahkan bahwa pihaknya akan aktif mengawal program-program pencegahan stunting dengan target penurunan dalam tiga tahun ke depan. Langkah ini mencakup pengawasan ketat terhadap akurasi data dan pertanggungjawaban masing-masing instansi.
Sinkronisasi data menjadi kunci utama dalam strategi penanggulangan stunting di Kutai Timur. Dengan koordinasi yang lebih baik antarinstansi, diharapkan upaya pemerintah daerah dalam mengatasi masalah gizi buruk pada anak dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
“Komitmen pemerintah dan legislatif Kutai Timur ini menunjukkan keseriusan dalam menangani persoalan stunting, sebuah langkah strategis menuju perbaikan kualitas kesehatan generasi mendatang,”katanya. (Pant/Adv-DPRD)



Tinggalkan Balasan