DPRD Kutim Perkuat Sinergi dengan Pusat Terkait Masalah Investasi
![]()

SANGATTA – DPRD Kutai Timur kini memprioritaskan komunikasi intensif dengan pemerintah pusat sebagai upaya strategis untuk menginventarisasi dan menyelesaikan berbagai kendala investasi di daerah. Langkah proaktif ini diambil untuk memetakan semua permasalahan investasi secara menyeluruh.
Anggota DPRD Kutai Timur, Pandi Widiarto, menjelaskan bahwa progres yang dilakukan dewan saat ini berfokus pada pembangunan komunikasi dengan pemerintah pusat. Tujuannya adalah untuk menginventarisasi semua masalah terkait investasi, seperti Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), jaminan reklamasi (jamrek), dan perizinan lainnya.
Upaya ini penting agar kebijakan pusat dan daerah tetap selaras. Sinergi dan komunikasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah ini bertujuan untuk menghasilkan keputusan terbaik dan menghindari kesalahan pengambilan keputusan.
Komitmen DPRD Kutim melalui langkah inventarisasi masalah ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk mencari solusi yang komprehensif. Solusi tersebut tidak hanya terkait reklamasi, tetapi juga menyentuh aspek perizinan lain seperti AMDAL dan izin jamrek. Hal ini menunjukkan komitmen DPRD Kutim untuk menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif dan bertanggung jawab.
Meskipun kewenangan perizinan reklamasi tambang berada di pemerintah pusat, DPRD Kutim tetap memainkan peran krusial dalam aspek tata ruang daerah. Pandi Widiarto menegaskan batasan kewenangan tersebut.
“Karena ini berkaitan dengan izin reklamasi itu di pusat ya, kita belum punya kewenangan untuk mengatur itu,” ujar Pandi.
Namun, domain pemerintah daerah mencakup aspek tata ruang atau pola keruangan. Pandi menjelaskan, “Tapi kalau secara keruangan, pola keruangan, selama dia di luar yuk, sebenarnya itu kewenangan pemerintah,”.
Artinya, selama aktivitas perusahaan tambang berada dalam koridor yang ditetapkan dalam rencana tata ruang, hal itu menjadi kewenangan pemerintah daerah. Melalui sinergi dengan pusat ini, DPRD Kutai Timur mengambil langkah proaktif untuk memetakan dan menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapi sektor investasi, khususnya di bidang pertambangan. (ADV)



Tinggalkan Balasan