Fraksi GAP DPRD Kutim Evaluasi Alokasi Anggaran dalam R-APBD 2025

Loading

INSPIRASIMEDIA.COM, SANGATTA – Dalam Rapat Paripurna ke-20 DPRD Kutai Timur yang membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Tahun Anggaran 2025, anggota Fraksi Gelora Amanat Perjuangan (GAP), Hj. Mulyana, menyampaikan analisis kritis terkait alokasi anggaran yang dinilai dapat mempengaruhi pembangunan dan perekonomian daerah.

Salah satu fokus utama Mulyana adalah alokasi anggaran untuk belanja operasi, yang diperkirakan mencapai Rp5,603 triliun atau sekitar 50,3 persen dari total belanja daerah. Anggaran besar ini mencakup pengeluaran rutin seperti gaji pegawai, pengadaan barang, dan jasa. Mulyana menekankan pentingnya efisiensi dalam belanja operasi tersebut agar tidak terlalu banyak terfokus pada pengeluaran untuk belanja pegawai, sehingga lebih banyak dana bisa dialokasikan untuk program-program pembangunan yang langsung berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

“Belanja operasi menjadi salah satu perhatian utama, dengan alokasi anggaran yang cukup besar. Kami mendorong agar belanja ini lebih efisien, dan lebih banyak dana bisa dialihkan untuk pembangunan yang langsung berdampak pada masyarakat,” ujar Mulyana dalam rapat tersebut.

Fraksi GAP juga memberikan perhatian serius pada alokasi belanja modal yang sebesar Rp4,321 triliun, atau sekitar 38,8 persen dari total belanja daerah. Mulyana menegaskan pentingnya pengelolaan belanja modal yang transparan dan efisien, khususnya untuk proyek-proyek infrastruktur yang bertujuan untuk meningkatkan fasilitas dan aset daerah. Menurutnya, setiap proyek yang didanai dari belanja modal harus dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Kutai Timur.

Selain itu, belanja tidak terduga sebesar Rp20 miliar yang dialokasikan dalam anggaran juga menjadi sorotan Fraksi GAP. Meskipun nominalnya kecil, Mulyana menilai bahwa dana tersebut penting untuk menghadapi keadaan darurat, seperti bencana alam. Namun, ia mengingatkan bahwa penggunaan dana tersebut harus tetap fleksibel namun tetap menjaga akuntabilitas agar tidak disalahgunakan.

Tak kalah penting, belanja transfer sebesar Rp1,191 triliun (sekitar 10,7 persen dari total belanja daerah) yang dialokasikan untuk bantuan kepada masyarakat juga menjadi perhatian Fraksi GAP. Mereka menekankan pentingnya mekanisme yang transparan dan tepat sasaran dalam pemberian bantuan, untuk memastikan bahwa dana tersebut benar-benar sampai kepada yang membutuhkan dan menghindari ketimpangan serta penyalahgunaan dana.

Melalui analisis ini, Fraksi Gelora Amanat Perjuangan berharap agar APBD 2025 dapat digunakan secara bijak dan maksimal untuk mendukung pembangunan daerah yang bermanfaat serta berkelanjutan bagi masyarakat Kutai Timur. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini