PPP Soroti Peran Strategis APBD 2025 dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Kutim
![]()
INSPIRASIMEDIA.COM, SANGATTA – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 menjadi fokus utama dalam rapat paripurna ke-20 DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Dalam rapat tersebut, anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Ramadhani, mengungkapkan pentingnya peran APBD dalam mendorong kemajuan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ramadhani menekankan bahwa APBD bukan hanya sekadar alat pengelola keuangan daerah, tetapi juga instrumen kebijakan yang mendukung pembangunan yang berpihak kepada rakyat. “APBD adalah cerminan kebijakan pemerintah daerah. Anggaran ini harus digunakan untuk menyediakan layanan publik yang berkualitas dan merata bagi masyarakat,” ungkap Ramadhani.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa pengelolaan APBD yang sukses memerlukan kerja sama yang erat antara eksekutif dan legislatif. Sinergi yang baik antara kedua belah pihak sangat penting untuk memastikan bahwa kebijakan anggaran dapat berjalan sesuai dengan harapan masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah dalam perencanaan dan pelaksanaan APBD dilakukan dengan transparansi dan akuntabilitas yang tinggi. Ini sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik dan mempercepat pencapaian tujuan pembangunan daerah,” tegasnya.
Ramadhani juga mengingatkan perlunya penyelarasan APBD dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kutim 2021-2026. Ia berharap kebijakan anggaran akan mendukung program-program prioritas yang telah ditetapkan, terutama di sektor infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan.
“Setiap rupiah dalam APBD harus dikelola dengan efektif dan efisien. Fokus kita tidak hanya pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada pemerataan kesejahteraan sosial di seluruh masyarakat Kutim,” jelas Ramadhani.
Ia berharap APBD 2025 dapat menjadi motor penggerak bagi pembangunan berkelanjutan di Kutim, dengan manfaat yang nyata dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan begitu, visi besar pembangunan daerah yang inklusif dan progresif dapat terwujud. (Adv)



Tinggalkan Balasan