Fraksi Demokrat DPRD Kutim Soroti Pentingnya Pengelolaan Sumber Daya untuk Meningkatkan Pendapatan Daerah

Loading

INSPIRASIMEDIA.COM, SANGATTA – Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kutai Timur, Pandi Widiarto, memberikan apresiasi terhadap proyeksi pendapatan daerah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang diperkirakan mencapai Rp11,151 triliun pada tahun 2025. Meskipun angka tersebut cukup besar, Pandi menekankan perlunya strategi yang matang untuk memastikan potensi tersebut dapat dioptimalkan guna mendukung pembangunan berkelanjutan.

Dalam Rapat Paripurna ke-20 yang membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD 2025, Pandi menilai bahwa meski jumlah pendapatan yang diperkirakan terbilang signifikan, pemerintah daerah harus cermat dalam merencanakan penggunaan dana tersebut. Ia menyarankan agar fokus utama dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah pada sektor-sektor yang memiliki potensi besar, seperti pertanian, perkebunan, dan pariwisata.

“Ketiga sektor ini merupakan pilar utama yang bisa memberikan kontribusi besar bagi PAD. Kutai Timur kaya akan sumber daya alam, sehingga sektor pertanian dan perkebunan harus dikelola dengan optimal. Di sisi lain, pariwisata juga harus menjadi fokus utama karena potensinya yang luar biasa,” ujar Pandi.

Pandi juga mengingatkan agar Kutai Timur tidak bergantung terlalu banyak pada dana transfer dari pemerintah pusat. Menurutnya, daerah harus mampu menggali potensi lokal agar kemandirian fiskal dapat tercapai. “Kami berharap agar pengelolaan potensi daerah dilakukan secara maksimal. Jika sektor-sektor ini dapat berkembang, maka PAD kita akan meningkat dan Kutai Timur bisa menjadi lebih mandiri,” tambahnya.

Lebih lanjut, Pandi berharap agar dalam penyusunan APBD 2025, pemerintah daerah bisa fokus pada prinsip keberlanjutan dan daya saing. Ia berharap, penggunaan dana daerah tidak hanya untuk pembangunan jangka pendek, tetapi juga untuk mempercepat pemerataan dan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.

“APBD yang disusun harus memperhatikan keadilan, agar pembangunan bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa anggaran yang ada digunakan secara optimal untuk memajukan daerah,” tutup Pandi. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini