DPRD Samarinda Dorong Pemerintah Turun Tangan Selesaikan Masalah Hak Pekerja Proyek Teras Samarinda

Loading

INSPIRASIMEDIA.COM, SAMARINDA – Keterlambatan pembayaran upah pekerja proyek Teras Samarinda jadi atensi khusus DPRD Samarinda.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim menyebut, persoalan tersebut  sudah berlangsung terlalu lama dan berdampak pada lebih dari 80 pekerja.

Ditegaskannya, dampak keterlambatan pembayaran ini sangat besar bagi pekerja dan keluarganya.

Untuk itu, Abdul Rohim menekankan pentingnya peran pemerintah dalam memastikan kesejahteraan warganya.

“Kita bisa bayangkan bagaimana kondisi mereka dan keluarganya. Ini harus segera diselesaikan. Masalah ini sudah berlarut-larut. Bagaimana mungkin jumlah yang secara nominal tidak terlalu besar bisa berdampak pada lebih dari 80 pekerja” ujarnya.

Politisi PKS ini mendorong pemerintah untuk turun tangan menyelesaikan masalah ini agar tidak semakin berlarut-larut.

Ia meminta pemerintah segera mengambil tindakan untuk memastikan hak pekerja dapat segera dipenuhi.

Rohim mengatakan, jika penyebab keterlambatan pembayaran upah ini berasal dari pihak kontraktor, maka pemerintah harus memastikan adanya proses hukum atau tindakan lain yang perlu dilakukan untuk menuntut pertanggungjawaban.

“Kalau penyebabnya adalah perusahaan kontraktor terkait, maka silahkan pemerintah melakukan segala proses yang perlu dilakukan pemerintah terhadap kontraktor,” pintanya.

Ia berharap para pekerja proyek Teras Samarinda dapat segera menerima hak mereka.

Dengan tindakan cepat dan tegas, masalah yang sudah berlarut-larut ini dapat segera terselesaikan, memastikan kesejahteraan pekerja dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan kontraktor yang terlibat.

“Pemerintah tong dong turun tangan selesaikan ini (Pembayaran upah pekerja). Kita berharap ini mendapat perhatian serius untuk segera diselesaikan oleh pemerintah,”pungkasnya.

Sebagai informasi,  pembangunan Teras Samarinda ditangani oleh perusahaan Kontraktor PT Samudra Anugrah Indah Permai dengan anggaran senilai Rp 36,9 Miliar.

Namun hingga kini puluhan pekerja pembangunan Teras Samarinda tersebut belum menerima upah. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini