DPRD Samarinda Beberkan Kondisi Longsor di Perumahan Keledang Mas Usai Lakukan Tinjauan Lapangan
![]()
INSPIRASIMEDIA.COM, SAMARINDA – Anggota Komisi III DPRD Samarinda Abdul Rohim mengungkapkan kondisi longsor di Perumahan Keledang Mas, Kecamatan Samarinda Seberang usai melakukan tinjauan lapangan belum lama ini.
Ia membeberkan, kondisi di lokasi longsor semakin parah, sementara penanganan dari pengembang hingga kini belum menunjukkan kejelasan.
“Hasil tinjauan kami kemarin, memang di sana kerusakannya semakin bertambah. Ini sudah sejak 2023 tetapi belum ada kejelasan akan seperti apa solusinya,” ujarnya, Selasa (11/2/2025).
Terkait hal itu, Abdul Rohim menegaskan, pihaknya di DPRD telah memberikan batas waktu kepada pengembang untuk merespons dan berdiskusi terkait opsi penanganan longsor di lokasi tersebut.
Ditegaskannya, jika pengembang tidak merespons dengan serius, Abdul Rohim menyatakan pihaknya akan merekomendasikan Pemkot Samarinda untuk mencabut izin pengembang.
“Kami tegaskan yang paling penting sikap dari pengembang. Kalau sampai pengembang tidak merespon dengan serius maka kita rekomendasikan kepada Pemkot untuk mencabut izin,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya juga meminta kepada pemilik-pemilik rumah sebagai pihak yang dirugikan untuk mengajukan pidana kepada pihak pengembang.
“Landasan hukumnya itu ada dan supaya ini clear, daripada berlarut-larut,” jelas Abdul Rohim.
Politikus PKS ini juga mengingatkan Pemkot Samarinda untuk bersikap tegas agar warga tidak kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah.
“Jangan sampai warga berpikir pemerintah tidak serius memperhatikan kondisi mereka,” ucapnya.
Untuk diketahui, jajaran Komisi III DPRD Samarinda baru-baru ini meninjau lokasi longsor di Perumahan Keledang Mas.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memantau kondisi terkini beberapa rumah warga tepatnya di Blok BS dan BW.
Pemberitaan sebelumnya, kondisi ini bermula pada bencana tanah longsor yang terjadi pada Mei 2023 lalu.
Longsor ini bukan berupa tanah yang amblas besar, tetapi pergerakan perlahan tanah dari sebuah bukit tinggi.
Ditambah lagi cuaca panas menyebabkan tanah di bukit tersebut retak, merambat hingga ke dinding rumah warga dan menyebabkan kerusakan parah hingga tidak layak huni. (Adv)



Tinggalkan Balasan