Terima Kunjungan DPRD Purbalingga, DPRD Samarinda Sebut Jadi Ajang Bertukar Pengalaman
![]()
INSPIRASIMEDIA.COM, SAMARINDA – Rombongan DPRD Kabupaten Purbalingga pada, Kamis (13/2/2025) melakukan kunjungan studi banding ke DPRD Samarinda.
Anggota Komisi I DPRD Samarinda Aris Mulyanata menyambut baik kunjungan tersebut.
Pertemuan yang berlangsung di Gedung DPRD Samarinda, Jalan Basuki Rahmat itu membahas berbagai isu, mulai dari optimalisasi PAD hingga membahas tentang pengelolaan retribusi parkir.
Aris Mulyanata mengatakan bahwa pertemuan ini menjadi ajang bertukar pengalaman dalam pengelolaan keuangan daerah.
“Senang bisa berdiskusi dengan DPRD Purbalingga mengenai berbagai isu, termasuk optimalisasi PAD, retribusi parkir, serta sistem pengawasan pemerintahan yang kami terapkan di Samarinda,” ujar Aris, Kamis (13/2/2025).
Ia menyebut Samarinda dapat belajar dari Purbalingga, yang meskipun memiliki APBD terbatas, namun tetap mampu membangun daerahnya secara efektif.
Hal ini menjadi refleksi bagi Kota Tepian agar semakin optimal dalam pemanfaatan anggaran daerah.
“Mereka (Purbalingga) dengan PAD yang tidak terlalu besar bisa membangun daerahnya dengan baik. Sementara kita di Samarinda memiliki APBD dan PAD yang lebih tinggi, sehingga seharusnya bisa lebih maksimal dalam membangun kota,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Purbalingga Aman Waliyudin mengungkapkan ketertarikannya terhadap beberapa program unggulan di Samarinda.
Seperti Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) dan sistem digitalisasi dalam transparansi pendapatan daerah.
“Kami melihat beberapa hal menarik yang bisa kami pelajari, seperti Probebaya dan sistem digitalisasi PAD. Di Purbalingga, kami belum memiliki sistem seperti ini, sehingga ini bisa menjadi referensi bagi kami,” pungkasnya.
Untuk diketahui, studi banding ini terkait dengan capaian positif Kota Tepian dalam perolehan PAD beberapa tahun terakhir.
Pada triwulan ketiga 2024, pertumbuhan ekonomi Samarinda mencapai 8,64 persen, jauh di atas rata-rata nasional.
Selain itu, PAD Samarinda meningkat dari target awal Rp875 miliar menjadi Rp972 miliar.
Keberhasilan ini juga mendapat pengakuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dengan memberikan penghargaan kepada Samarinda sebagai Kota Terbaik dalam Kategori Kinerja Total Fiskal Sedang, dengan realisasi pendapatan daerah mencapai Rp5,176 triliun. (Adv)



Tinggalkan Balasan