Soroti Tingginya Kasus Kekerasan Seksual, DPRD Samarinda Tekankan Metode Pencegahan yang Komprehensif

Loading

INSPIRASIMEDIA.COM, SAMARINDA – Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie menyoroti tingginya angka kekerasan seksual di Kota Tepian.

Menurutnya, kasus kekerasan seksual memerlukan metode pencegahan yang komprehensif serta penanganan khusus.

Hal itu tentu menjadi tantangan yang harus diselesaikan Pemkot Samarinda.

“Fokus utama adalah pada tindakan pencegahan,” ujar Novan, belum lama ini.

Novan juga menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat untuk mengenali berbagai kategori kekerasan seksual.

Langkah ini dinilai untuk mencegah dan meminimalisir terjadinya kasus serupa.

“Setiap RT perlu memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang apa saja yang termasuk dalam kategori kekerasan seksual,” ucapnya.

Ia mengatakan, kasus kekerasan seksual bukan hanya menjadi masalah di Samarinda, tetapi juga terjadi di seluruh wilayah Indonesia.

Namun Samarinda merupakan salah satu daerah dengan kontribusi terbesar terhadap kasus kekerasan seksual di Kalimantan Timur (Kaltim).

Untuk itu, ia menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar segera melaporkan kasus kekerasan seksual kepada pihak terkait, khususnya melalui perangkat RT untuk ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.

“Minimal di tingkat RT, dengan dukungan masyarakat sekitar, terutama para tetangga. Jika ada indikasi seperti itu, segera laporkan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, kasus kekerasan seksual di Samarinda meningkat setiap tahunnya.

Sejak 2020 hingga 2023, Samarinda masih menempati urutan pertama kasus kekerasan seksual pada anak di Kaltim.

Menurut data DP2PA Samarinda, kasus kekerasan seksual di Kota Tepian pada tahun 2020 terdapat 154 kasus, 2021 sebanyak 133 kasus, ditahun 2022 naik 182 kasus dan meningkat menjadi 189 kasus di tahun 2023.

Kemudian pada tahun 2024, hingga bulan Juni sudah ditemukan 89 kasus kekerasan seksual. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini