Pastikan Transparansi Anggaran Proyek Tugu Pesut Mahakam, DPRD Samarinda Bakal Panggil Dinas PUPR

Loading

INSPIRASIMEDIA.COM, SAMARINDA – Keberadaan  tugu Pesut Mahakam yang baru dibangun di simpang empat Mal Lembuswana menuai beragam komentar.

Sejumlah masyarakat mempersoalkan desain tugu Pesut Mahakam yang dianggap aneh serta besarnya anggaran yang mencapai miliar rupiah.

Transparansi penggunaan anggaran juga dipersoalkan dalam proyek tersebut.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi III DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar menegaskan akan segera memanggil Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda.

“Hal ini akan kami koordinasikan dengan dinas terkait (Dinas PUPR ),” ujar Deni, sapaan akrabnya, Sabtu (25/1/2025).

Ia mengatakan, Dinas PUPR sebagai pelaksana tentu punya perhitungan tersendiri.

Meski begitu, anggaran proyek tetap menjadi perhatian serius.

Komisi III sebagai mitra Dinas PUPR perlu memastikan apakah anggaran tersebut sudah sesuai peruntukannya.

Disampaikannya, rapat koordinasi dengan Dinas PUPR direncanakan berlangsung setelah masa reses anggota DPRD pada awal bulan depan.

Diskusi tersebut juga akan berkaitan dengan pembahasan rencana pembangunan di tahun 2026 yang kini tengah dibahas oleh Badan Anggaran (Banggar).

“Kami tidak hanya mendengarkan dari satu sisi, tetapi juga mempertimbangkan masukan dari masyarakat agar pembangunan ini benar-benar bermanfaat,” ucapnya.

Politisi Gerindra ini memahami adanya pro dan kontra di tengah masyarakat tetap harus dilihat sebagai bagian dari upaya membangun  Samarinda yang lebih maju.

“Setiap pembangunan pasti ada yang mendukung dan menolak. Namun, tujuan akhirnya tetap untuk kemajuan Samarinda,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Samarinda, Andi Harun memberikan penjelasan terkait desain tugu yang dianggap aneh oleh sebagian masyarakat.

Ia menyebut desain tugu tersebut adalah sebuah ilustrasi seni yang bersifat interpretatif yang artinya setiap orang bisa memiliki pandangan yang berbeda terhadapnya.

“Kalau karya seni memang tergantung dari kita memandangnya dan memahaminya. Kami memaklumi kalau itu jadi perbincangan publik,” ucapnya.

Andi Harun juga menegaskan bahwa pembangunan Tugu Pesut Mahakam adalah bagian dari visi besar Pemkot Samarinda untuk mempercantik wajah kota dan memperkuat identitas budaya lokal.

Meskipun mendapat kritik, ia menyatakan bahwa hal tersebut adalah bagian dari proses pembangunan yang sehat.

“Dalam setiap program, pasti ada masukan yang berbeda. Kritik seperti ini kami anggap sebagai bahan evaluasi untuk terus memperbaiki kinerja kami ke depan,” pungkasnya. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini