1 Sekolah 1 Starlink: Komitmen Nunukan Hadirkan Internet Merata
![]()
NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Dinas Pendidikan merealisasikan program 1 Sekolah 1 Starlink sebagai upaya menjawab keterbatasan akses internet di wilayah terpencil dan perbatasan.
Program ini ditujukan untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar di sekolah-sekolah yang belum terjangkau jaringan internet.
Bupati Nunukan, H Irwan Sabri, menyampaikan bahwa program ini mencakup pengadaan perangkat Starlink dan perlengkapannya seperti Chrome Book, panel surya, dan Bluetype PS untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh peserta didik, khususnya di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses teknologi dan informasi pendidikan,” kata Irwan Sabri.
Untuk jenjang SD, pengadaan perangkat dilakukan di 72 lokasi yang tersebar di 17 kecamatan, dengan anggaran sebesar Rp3,6 miliar. Adapun kecamatan yang menjadi sasaran meliputi Nunukan, Seimenggaris, Sebatik, Sebatik Barat, Sebuku, Tulin Onsoi, Sembakung, Sembakung Atulai, Lumbis, Lumbis Hulu, Lumbis Ogong, Lumbis Pansiangan, Krayan, Krayan Barat, Krayan Timur, Krayan Selatan, dan Krayan Tengah.
Sementara itu, untuk jenjang SMP, pengadaan Starlink dilakukan di 13 lokasi di sembilan kecamatan dengan anggaran sebesar Rp195 juta. Kecamatan yang menerima pengadaan ini antara lain Krayan Barat, Krayan Selatan, Sembakung, Seimenggaris, Lumbis, Lumbis Ogong, Sebuku, Sembakung Atulai, dan Sebatik Tengah.
Irwan Sabri menambahkan bahwa beberapa unit Starlink telah mulai didistribusikan ke sejumlah wilayah. Di Kecamatan Seimenggaris telah disalurkan sebanyak lima unit, Sebuku sembilan unit, dan Tulin Onsoi enam unit.
“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada sekolah yang tertinggal dalam pemanfaatan teknologi pendidikan, apalagi di tengah arus digitalisasi saat ini,” tegas Irwan.
Program ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Nunukan untuk memperkuat layanan pendidikan berbasis teknologi, terutama bagi sekolah yang selama ini terkendala infrastruktur jaringan. (*)



Tinggalkan Balasan