Sekolah Rakyat Samarinda Kekurangan 5 Guru untuk Jenjang SMP dan SMA

(Foto: Istimewa)

Loading

Inspirasimedia.com, SAMARINDA — Sekolah Rakyat Samarinda yang baru saja memulai tahapan awal operasionalnya masih menghadapi tantangan dalam hal ketersediaan tenaga pendidik, terkhusus untuk jenjang SMP dan SMA yang akan ditempatkan di Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Kaltim Samarinda Seberang.

Wakil Kepala Pengembangan Mutu dan Kurikulum Sekolah Rakyat Terintegrasi Samarinda, Indra Bagus Yudistira mengatakan, dari kebutuhan sekitar 17 guru untuk mengampu jenjang SMP dan SMA, saat ini baru tersedia 12 guru. Sisanya akan dipenuhi melalui penjaringan tahap kedua atau alternatif lain yang dikoordinasikan bersama Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Ia juga menyampaikan bahwa kekurangan guru saat ini akan ditangani dengan berbagai skema sementara. Salah satunya dengan menugaskan guru untuk mengampu lebih dari satu mata pelajaran (mapel) sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

“Untuk mengatasi kekosongan sementara, ada guru yang mengajar beberapa mapel yang dirasa mampu. Tapi untuk jangka panjang, kami tetap siapkan skema perekrutan tambahan,” ujar Indra.

Dari 12 guru yang sudah bergabung, mayoritas berasal dari pulau Jawa, sementara sisanya dari Samarinda dan Kutai Barat yang masing-masing berjumlah 2 orang.

Mereka mengampu berbagai bidang studi mulai dari PPKn, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Biologi, IPS, Sejarah, Geografi, Sosiologi hingga Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Ia juga menjelaskan bahwa sebagian guru sempat mengundurkan diri karena berbagai alasan, termasuk lokasi sekolah yang dianggap terlalu jauh. Hal itu menjadi pertimbangan penting dalam tahap rekrutmen lanjutan.

“Kebetulan yang tahap 2 masih berlangsung, kemungkinan nanti diambilkan dari situ atau menunggu skema lain dari Kemensos,” imbuhnya.

Mengenai sistem pengasuhan, wali asrama juga ditugaskan berdasarkan sistem shift, menyesuaikan kebutuhan pembinaan di lingkungan asrama.

“Anak-anak dijadwalkan MPLS sejak akhir Juli. Targetnya, pembelajaran bisa mulai penuh pada 15 Agustus. Saat ini mereka mulai berdatangan diantar orang tua,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini