Disdag Samarinda Bakal Panggil Distributor untuk Penuhi Stok Beras di Pasaran

(Foto: Istimewa)

Loading

Inspirasimedia.com, SAMARINDA – Sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Samarinda dilaporkan mengalami kekosongan stok beras, terutama untuk jenis beras medium yang biasa dikonsumsi masyarakat.

Kondisi ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Nurrahmani, yang akrab disapa Yama.

“Beras memang banyak kosong stoknya, karena sepertinya naik semua harga beras. Di Lotte tidak ada satupun beras, yang tersedia hanya beras-beras seperti porang dan sejenisnya,” kata Yama.

Menurutnya, kelangkaan ini kemungkinan besar disebabkan oleh kenaikan harga gabah secara nasional. Selain itu, faktor kehati-hatian para pelaku distribusi juga turut memengaruhi, menyusul informasi terkait dugaan kasus beras oplosan di sejumlah daerah.

“Kalau soal cuaca, secara nasional kita disebut surplus. Tapi distribusi juga terpengaruh isu-isu kehati-hatian,” ujarnya.

Yama menambahkan, saat ini beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga sudah tidak tersedia di pasar-pasar karena distribusinya diatur secara ketat. Di Samarinda, hanya 10 toko yang diverifikasi dan diperbolehkan menyalurkan beras SPHP, dan distribusinya harus melalui rekomendasi.

“SPHP ini untuk masyarakat tidak mampu, tapi pada praktiknya banyak juga yang ingin beli, seperti halnya gas. Kami batasi jumlahnya, dan distribusi harus diverifikasi,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, ia menyebut Disdag Samarinda berencana memanggil distributor beras untuk menelusuri kendala yang menyebabkan terganggunya pasokan.

Yama juga sempat mencoba berkoordinasi dengan Bulog, namun distribusi dari lembaga tersebut saat ini masih tertahan karena sedang dilakukan pengaturan ulang dan pemeriksaan internal.

“Kami ingin tahu apa masalahnya. Dari Bulog bilang stoknya ada, tapi belum diluncurkan karena masih diatur ulang. Kami akan segera panggil distributor untuk mencari solusi,” tegasnya.

Meski demikian, Yama memastikan secara keseluruhan stok beras di Samarinda masih tersedia, hanya saja beras jenis medium yang biasa dibeli masyarakat yang banyak mengalami kekosongan di pasaran.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini