Wali Kota Samarinda Bentuk Tim Khusus untuk Sistem Parkir Berlangganan
![]()
Inspirasimedia.com, SAMARINDA — Pemkot Samarinda terus mengembangkan konsep parkir berlangganan dalam rangka reformasi sistem perparkiran di Kota Tepian. Sebagai langkah konkret, Wali Kota Andi Harun membentuk tim khusus lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengawal implementasi program tersebut.
Kepemimpinan tim diserahkan kepada Didi Zulyani, Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan Kota Samarinda. Pembentukan tim ini telah disampaikan dalam rapat koordinasi teknis di Balai Kota, Selasa (29/7/2025).
“Tim ini akan bekerja berdasarkan tugas dan fungsi masing-masing OPD. Dengan koordinasi yang kuat, kita harapkan sistem parkir berlangganan ini bisa segera diterapkan secara bertahap,” ujar Andi Harun.
Beberapa OPD yang terlibat dalam tim pelaksana antara lain Dishub, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
Diskominfo mendapat tanggung jawab menyusun sistem informasi berbasis aplikasi atau website yang terintegrasi dengan data Dishub dan Bapenda.
Menurut Andi Harun, sistem dirancang untuk menyediakan data secara real time, termasuk detail pendapatan juru parkir dari setiap kantong parkir dalam periode harian, bulanan, dan tahunan.
“Dengan sistem ini, kita bisa memantau langsung berapa omzet dari masing-masing titik parkir, siapa juru parkirnya, dan seberapa besar pendapatan yang masuk ke kas daerah,” jelasnya.
Dalam mendukung program ini, Pemkot menjalin kemitraan dengan Bank Mandiri untuk penyediaan sistem pembayaran non-tunai dan kartu parkir berlangganan. Langkah ini bertujuan memudahkan transaksi sekaligus menekan praktik parkir liar yang marak terjadi di berbagai titik kota.
“Nanti baru perlahan kita selesaikan jukir liar yang ada di Samarinda. Karena membasmi mereka harus dengan tangan besi,”tegasnya.
Pemkot yakin bahwa optimalisasi sistem ini akan meningkatkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir yang saat ini mencapai Rp 2,4 miliar per tahun. Program juga diharapkan mampu menata kembali sektor parkir menjadi lebih tertib, profesional, dan transparan.
Sementara itu, Didi Zulyani selaku Ketua Tim Pelaksana dan Kabid LLAJ Dishub Samarinda mengungkapkan telah mengajukan usulan anggaran kepada Wali Kota untuk kebutuhan teknis program. Anggaran meliputi pengadaan aplikasi, kartu parkir, stiker, dan honorarium juru parkir resmi.
“Usulannya masih dalam tahap kajian. Rencananya akan dibahas lebih lanjut minggu depan dalam rapat tim bersama seluruh OPD yang terlibat,” singkat Didi.(*).



Tinggalkan Balasan